in

Jado – Lupakan

@dematobing – Memiliki rasa benci pada suatu hal memang membuat hidup tidak begitu damai. Andai saja di dunia ini yang ada hanyalah rasa cinta tanpa rasa benci pasti akan sangat indah, namun kenyataannya tidak demikian.  Kebencian berawal dari berbagai macam hal bisa dari ketakutan, jijik, rasa bosan, sakit hati pada seseorang karena cinta dan masih banyak masalah lain yang menimbulkan rasa benci itu.  Yang paling berbahaya adalah ketika kebencian itu menjadi akar pahit dalam kehidupan kita, sebahagia-bahagianya kita menjadi seorang manusia jika masih menyimpan rasa benci tersebut apalagi terhadap seseorang pasti ada rasa yang mengganjal dalam hati dan pikiran kita.

Hidup tanpa kebencian memang rasanya indah namun banyak orang yang sulit untuk melupakan rasa benci itu. Tapi tahukah kamu bahwa ternyata jengkol balado itu rasanya enak? Memang tidak semua orang menyukai jengkol bahkan benci namun jengkol balado yang satu ini penulis jamin rasanya luar biasa. Jengkol balado ini berevolusi menjadi sebuah band dan berubah nama menjadi JADO. Nama JADO sendiri diambil dari Jariang (Jengkol) dan balaDo (cabe). Lalu apa yang membuat Jado ini istimewa? Untuk lebih jelasnya silahkan langsung gunakan widget music player di bawah ini saja dan tekan tombol Play.

 

Apakah kamu sedang mendengarkan The Temper Trap (kalo gak tahu silahkan Googling atau cari di Youtube) ? pertama kali penulis mendengarkan lagu milik Jado yang berjudul “Lupakan” memang dari style musik dan roh musiknya terasa kental ala The Temper Trap namun berbahasa Indonesia. Lalu apa hubungan antara “Benci”/”Kebencian” pada paragraf pembuka artikel ini dengan lagu yang berjudul “Lupakan” dari Jado ? Menurut penulis lagu yang dibawakan oleh Jado ini memberikan ajakan untuk kita untuk “Lupakanlah kebencian di antara kita, mari perbaiki bersama apa yang sudah hancur dan buat kenangan baru yang lebih indah ” kira-kira ada pesan yang indah dari lagu “Lupakan”.

Sedikit berbicara mengenai aransemennya mungkin banyak yang akan bilang bahwa band ini terinspirasi oleh band-band dengan gaya British Rock seperti Coldplay, Muse, The Temper Trap hingga versi Indonesia-nya kita sebut saja Nidji. Tidak banyak band Indonesia yang berani bermain dan menunjukkannya pada musik Indonesia gaya musik British yang bagus meskipun banyak sekali komunitas pecinta musik British di Indonesia.  Menurut pendapat penulis, Jado merupakan band yang berani unjuk gigi dengan gaya tersebut. Jado sendiri juga sangat cerdas dalam memasukkan unsur-unsur instrumentnya sehingga nampak seperti band yang sudah lama terbentuk meski dalam profile band Jado di Reverbnation disebutkan bahwa mereka terbentuk pada tahun 2013 .

Band jengkol balado (-maksudnya JADO) ini beranggotakan Eldy pada vocal, Ozy dengan snare drum-nya, Veri yang genjrengin guitar, Mbut yang mencet tuts keyboard dan Dori yang betotin bass-nya. Band ini berasal dari Padang (langsung terbayang rendang, baladonya yang enak banget 😛 ). Sebenarnya masih ada beberapa lagu dari Jado ini yang penulis suka namun kali ini lagu “Lupakan” dulu biar nanti ada artikel selanjutnya.

Jika band ini terus eksis di belantika musik Indonesia, maka akan dipastikan musisi-musisi yang sudah dan “merasa” sudah ada di papan atas bisa saja tergeser dengan munculnya band Jado. Jika kamu baru saja merintis usaha main bandmu Jado bisa menjadi referensi yang bagus untuk perkembangan musikmu, namun jika kamu sudah berada di zona nyaman musik Indonesia maka bersiaplah karena Jado dengan musiknya yang asyik dan keren ini bisa saja membuat kamu terjungkal entah ke mana .

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langkah Awal – Before

“Haruskah Ku Mati” Demi Marya Genova?