in

Review : “Dinding Di Kamar” Alexandria feat Cahaya Dewi

@martoyodedy-Dinding di kamar adalah suatu hal yang selalu melingkupi kehidupan kita. Segala aktifitas, segala rahasia, segala kesucian, segala musik yang kita dengar dan cinta menjadi sebuah cerita dari sebuah dinding di kamar. Mungkin banyak orang berpikir bahwa dinding di kamar adalah saksi bisu, dengan rasa yang cukup melankolis yang terungkap dalam sebuah dendangan lagu yang bisa merubah segalanya. Menurut kalian, masuk akalkah jika benda mati bisa mengungkapkan semua isi hati dan pikiran? BeatBold rasa kalian sebagai penikmat musikpun harus memiliki imajinasi yang cukup tinggi. Imajinasi yang tinggi tersebut tertuang dalam sebuah lagu yang luar biasa mengungkapkan keresahan manusia jika semua rahasia yang mereka miliki terbongkar.

Alexandria bersama Cahaya Dewi berhasil mengungkapkan imajinasi yang mungkin sulit dibayangkan yang bisa kalian nikmati di bawah ini :

BeatBold yakin bahwa kalian seharusnya sudah menekan tombol Play pada widget di atas ini. Sambil mendengarkan lagu tersebut, BeatBold  akan memberikan review tentang lagu ini, dan yang jelas BeatBold tidak akan menggunakan kalimat pada paragraf pertama lagi karena penulis sendiri bingung maksudnya apa? 😀  To the point, BeatBold juga malas menggunakan kata-kata yang lebay seperti paragraf pertama.

Meskipun BeatBold menggunakan kata-kata lebay pada paragraf pertama, jujur saja ke-lebay-an itu tidak akan kalian temukan di lirik lagu Alexandria ft. Cahaya Dewi yang berjudul “Dinding Di Kamar”. Mereka berhasil membawakan lagu ini dengan gaya pop yang lembut dan imajinasi yang tinggi. Manusia mungkin tidak pernah menyadari bahwa dinding di kamar merupakan hal yang paling berbahaya. Bayangkan saja semua aktifitasmu dapat dilihat langsung oleh dinding di kamar, dari kamu tidur, kamu menggaruk-garuk bagian tubuhmu, kamu buka tutup baju (ganti baju maksudnya!!!) sampai melakukan hal-hal yang sangat pribadi yang kemungkinan kamu lakukan bersama orang yang kamu sayangi ataupun kamu lakukan sendiri (jomblo kasian deh loe!!!). Tapi tenang saja, BeatBold tidak akan membahas secara detail aktifitas dibalik dinding kamar, karena Alexandria dan Cahaya Dewi sudah mengemasnya dengan sempurna, jadi kamu tinggal menikmati lagunya saja.Lagu yang diciptakan oleh Obie, Iyan dan Yudya menjadi gambaran sebuah percintaan anak muda yang kelewat batas, mungkin kamu adalah salah satunya.

Dengan blocking piano yang sustainable pada intro lagu mengiringi suara vokal yang memiliki ciri khas musik Indonesia tahun 2005 ke atas, memberikan kesan bahwa lagu “Dinding Di Kamar” bergenre pop Indonesia yang cukup kental dan jujur saja intro seperti itu cukup mudah ditebak kelanjutan alunan musiknya yang jelas pop abis. Pada reff pertama strumming guitar acoustic dan fill’er  pada synthesizer dengan sentuhan glocken mulai menghidupkan suasana ke arah yang lebih nge-beat. Memasuki part song ke-2 dimana ketukan drum dipadu dengan sentuhan bass yang nge-pop menghidupkan suasana musik yang romantis sehingga penikmat musik Indonesia akan mendapatkan pengalaman musik yang asyik dari lagu “Dinding Di Kamar”. Suara vokal Cahaya Dewi menambah kesan ‘ada yang seksi’ di lagu ini. Kolaborasi Fey dan Dewi dalam lagu ini juga memberikan kesan sebuah penyesalan dan ketakutan andai saja dinding benar-benar bisa bicara (dindingnya cerewet amat sich!!!) dan membocorkan semua rahasia yang harusnya kamu tahu maksudnya. Perpaduan suara Fey dan Dewi semakin terasa ‘ketakutannya’, penyesalannya pada part reff terakhir setelah lead guitar berkumandang memberikan melodi yang asyik, dibarengi dengan sentuhan orkestra string yang cukup lembut, berarti itu tandanya musik sudah mencapai klimaks.

Alexandria yang beranggotakan Fey, Anang, Didi, Very dan Beben menunjukkan kerjasama yang solid dalam bermusik yang sudah terbukti pada lagu “Dinding Di Kamar” bersama Cahaya Dewi.

Sedikit cerita saja bahwa Alexandria bukan merupakan band yang instan. Perjuangan mereka bertahun-tahun utnuk menghasilkan musik seperti lagu “Dinding Di Kamar” tidaklah mudah karena mereka pada tahun-tahun kritis yang mereka alami tersebut harus bergonta-ganti personil. Ketekunan dan totalitas Alexandria sangatlah bisa menjadi contoh untuk teman-teman yang saat ini merintis musik bahwa tidak boleh ada kata menyerah dalam menggapai cita-cita.

Semoga banyak musik Indonesia yang muncul seperti Alexandria yang memberikan persembahan luar biasa untuk penikmat musik Indonesia.

Andai dinding dikamar dapat bicara
Dia kan tahu, dia mengerti

Andai dinding dikamar dapat cerita
Dia pun tahu, kisah dua manusia
Yang sedang memadu cinta

Reff:
Semua terjadi, tanpa terhindari
Tanpa disadari, dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti, takkan kembali
Sesal menanti…

(female vocal)
Wahai dinding tolong jangan bicara
Jaga cerita… Rahasia antara kita
Janganlah jadi berita…

Reff (male & female vocal)
Semua terjadi, tanpa terhindari
Tanpa disadari, dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti takkan kembali
Sesal menanti… Ooo

Semua terjadi ( jagalah )
Tanpa terhindari ( cerita )
Tanpa di sadari ( rahasia )
Dosa bersemi ( antara kita )
Tak lagi suci ( simpanlah )Oo
Tiada arti ( cerita )
Tak kan kembali ( rahasia )
Sesal menanti.

 

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

2 Comments

Leave a Reply
  1. Kocak hhahahaha.
    Melakukan hal-hal yang sangat pribadi yang kemungkinan kamu lakukan bersama orang yang kamu sayangi ataupun kamu lakukan sendiri.

  2. melakukan hal-hal yang sangat pribadi yang kemungkinan kamu lakukan bersama orang yang kamu sayangi ataupun kamu lakukan sendiri
    hahahahaha gokil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bersama Arif Dharma Selamanya

Simpanlah Cinta Itu